Lompat ke isi utama

Berita

Pendidikan Pengawas Partisipatif Masuk Tahap Pre Test, Zenith Beberkan Manfaat Program Ini

foto ketua bawaslu talaud

Ketua Bawaslu Talaud saat memberi penjelasan terkait manfaat program pendidikan pengawas partisipatif

Melonguane, 25 Oktober 2025 — Sebanyak 40 peserta asal Kabupaten Kepulauan Talaud telah selesai mengikuti pre test Program Pendidikan Pengawas Partisipatif, Pre test ini dilaksanakan secara daring melalui platform resmi Bawaslu RI dan diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kepemudaan di Talaud.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Talaud, Zenith T.M. Anaada, S.IP, menjelaskan bahwa kegiatan pre test ini merupakan salah satu agenda yang akan diikuti oleh seluruh peserta. Zenith juga mengungkapkan bahwa Program Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan inisiatif Bawaslu RI untuk membangun kesadaran, kapasitas, dan peran aktif masyarakat dalam mengawasi proses pemilu. adapun manfaat pelaksanaan program ini agar: 

  1. Peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang proses pemilu, mulai dari tahapan, aturan, hingga potensi pelanggaran.

  2. Masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga ikut mengawasi jalannya pemilu agar berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL).

  3. Peserta yang lulus program akan menjadi agen pengawasan di lingkungannya masing-masing, memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan Bawaslu.

  4. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran warga, potensi pelanggaran seperti politik uang, kampanye hitam, atau manipulasi suara dapat ditekan lebih efektif.

  5. Partisipasi publik yang luas akan menjadikan proses pemilu lebih transparan, akuntabel, dan dipercaya oleh masyarakat

adapun nama-nama peserta yang mengikuti program pendidikan pengawas partisipatif yakni; Rosma Meylani Liroga, Indawati Wauda, Frida E.M. Mandagie, Rendi Bentian, Paris Wauda, Juwandri Essing, Polkaria Panaha, Frans Sasue, Cristiani Suud, Winda P. Ladi, Anisa S. Wauda, Riwan Rapitan, Minarmi Maatuil, Tirai J Mapanawang, Sesilia Boba, Jily Marasut, Meilani Larane, Gabriel Suruh, Janet Tuwing, Yesyurun Sinedu, Elsa Amiman, Dewan H. Montoh, Meidy R. Tuwing, Aritton Bawataa, Yandri Lariwu, Stella Pangalasen, Siska Aiba, Yorike Lariwu, Mardonius Y. Pangke, Wilsen Yura, Wiliam Y. Taaropetan, Clodyo Maabuat, Dini Sasikome, Sueherti Maatuil, Rosato Bawangun, Evone Medatua, Talita Pusut, Riris N. Tuwing, Khatrien Potoboda, dan Sritika Tuwing.

Bawaslu Talud berharap, melalui program ini, akan lahir para pengawas muda dan agen perubahan yang berintegritas untuk menjaga pemilu yang bersih dan bermartabat di seluruh Indonesia.