PESERTA PENGAWAS PARTISIPATIF TINGKATKAN WAWASAN LEWAT DISKUSI ONLINE
|
Melonguane, Kepulauan Talaud - Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif yang dilaksanakan secara daring oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara berlangsung dengan antusias. Kegiatan pada Titik I ini diikuti oleh peserta dari Kabupaten Bolaang Mongondow, Kota Bitung, dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Selasa (04/11/2025).
Diskusi daring tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Ardiles Mewoh, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang partisipatif, inklusif, dan berintegritas. Ardiles mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen pengawasan yang aktif di tengah masyarakat guna memperkuat demokrasi di daerah masing-masing.
kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh sejumlah narasumber berkompeten. Materi pertama disampaikan oleh Sidra Sofyan, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Sulut, yang menyoroti pentingnya peserta memahami teknis pengawasan partisipatif secara digital. Sidra juga menekankan strategi membangun komunikasi efektif dengan berbagai elemen masyarakat untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif.
Sesi berikutnya diisi oleh Glendy Dalope, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa. Dalam pemaparannya, Glendy menjelaskan berbagai bentuk pelanggaran yang kerap muncul dalam tahapan pemilu serta mekanisme penyelesaiannya. Ia mengajak peserta untuk memahami prosedur pelaporan dan pentingnya bukti yang valid dalam setiap proses penanganan pelanggaran.
Diskusi daring ini turut menghadirkan akademisi dari Universitas Sam Ratulangi, Dr. Jericho Pombengi, M.Si, yang membawakan materi bertajuk Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif dan Penguatan Jaringan serta Pemberdayaan Komunitas. Jericho menegaskan bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi gerakan sosial yang membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Melalui penguatan jejaring dan pemberdayaan komunitas, diharapkan lahir gerakan pengawasan yang lebih mandiri, kritis, dan berkelanjutan.
Kegiatan daring ini berlangsung interaktif, di mana peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pandangan serta pengalaman di lapangan. Antusiasme peserta mencerminkan semangat kolaboratif antara penyelenggara dan masyarakat dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan berintegritas.
Editor : Humas Bawaslu Talaud