Bawaslu Talaud Gandeng SMA Negeri 1 Beo, Perkuat Pendidikan Demokrasi bagi Generasi Muda
|
Kepulauan Talaud – Dalam upaya memperkuat pemahaman demokrasi di kalangan generasi muda, Bawaslu Kabupaten Kepulauan Talaud melaksanakan audiensi bersama jajaran guru SMA Negeri 1 Beo, Selasa (10/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Konsolidasi Demokrasi yang terus digencarkan Bawaslu untuk membangun kesadaran demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan.
Audiensi yang berlangsung di ruang guru SMA Negeri 1 Beo tersebut dihadiri oleh pimpinan dan staf Bawaslu Talaud serta pihak sekolah. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas pentingnya peran sekolah sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, partisipasi warga negara, dan pendidikan politik yang sehat bagi peserta didik.
Ketua Bawaslu Talaud, Zenith Anaada, menegaskan bahwa sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang demokratis, kritis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, pemahaman mengenai demokrasi tidak hanya diberikan saat momentum pemilu, tetapi perlu ditanamkan secara berkelanjutan melalui pendidikan.
"Generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan. Karena itu, nilai-nilai demokrasi, integritas, dan partisipasi harus diperkenalkan sejak dini. Sekolah menjadi mitra penting Bawaslu dalam membangun kesadaran berdemokrasi yang sehat dan beretika," ujar Zenith.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu juga mengajak pihak sekolah untuk mendukung berbagai program pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif yang menyasar pelajar sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya demokrasi di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Pihak SMA Negeri 1 Beo menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya menjaga integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Talaud berharap sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan dunia pendidikan dapat semakin kuat sehingga lahir generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Foto: Nelasari Aomo
Editor: Humas